Showing posts with label membaca. Show all posts
Showing posts with label membaca. Show all posts

Monday, March 27, 2017

Cara Membaca Kode Ban Terbaik

Cara Membaca Kode Ban Terbaik


Ban adalah sebuah suku cadang dari sebuah kendaraan bermotor (roda 2 atau roda 4) yang mempunyai fungsi khusus dan sangat penting dalam peranannya menentukan keselamatan dalam berkendaraan. Sehubungan dengan fungsi ban pada kendaraan yang sangat penting itu, maka perlu mengetahui cara membaca kode ban, cara pemakaian dan perawatan ban yang lebih baik agar tidak hanya diperoleh manfaat keselamatan saja, tetapi juga manfaat keekonomisan, manfaat kenyamanan, dan sebagainya. Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi tentang Cara Membaca Kode Ban Terbaik untuk anda ketahui.

Cara Membaca Kode Ban Terbaik
Dalam membaca kode ban masih banyak orang yang belum mengatahuinya arti dari angka dan huruf yang tertera pada ban. Untuk Cara Membaca Kode Ban Terbaik ada 2 yang akan saya bahas yaitu Cara Membaca Kode Ban Motor dan Cara Membaca Kode Ban Mobil. oke kita mulai saja untuk mengetahu cara membaca kode ban.


Cara Membaca Kode Ban Motor

Pada Ban sepeda motor terdapat sebuah kode yang berupa (Simbol) angka atau huruf misalnya 130/90-16 67H atau  4.60-H-18 4PR. dari Kode ban tersebut Informasi apa yang bisa kita dapatkan ? Dibawah ini kita akan membahas sebagian diantaranya. Ada 2 macam Kode Ban yang biasa digunakan:
Yaitu Kode Ban Imperial dan Kode Ban Metric.


Contoh : Kode Ban Imperial
4.60-H-18 4PR
  1. 4.60 menyatakan kode lebar ban "dalam satuan inchi"
  2. H menunjukkan ambang batas kecepatan pemakaian
  3. 18 menunjukkan kode untuk diameter velg/rim  "dalam satuan ( " ) inchi"
  4. 4PR menunjukkan kode untuk kekuatan ban yang berdasarkan pada kekuatan serat kain ban atau ply rating, 4PR juga berarti penggunaan lapisan kain yang terbuat dari bahan nilon di dalam sebuah carcass berindikasi kekuatannya setara dengan 4 lapisan kain ban.
Untuk Kode Ban Imperial, Aspect Ratio atau perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban didasarkan pada nilai 100 % (tinggi ban sama dengan lebar ban).

Contoh : Kode Ban Metric
120/70-17 67H
  • 120 menunjukkan kode untuk lebar ban "dalam satuan milimeter"
  • 70 menunjukkan kode perbandingan tinggi ban terhadap lebar ban. 70 berarti juga perbandingan tinggi ban 90% dari lebarnya sesungguhnya. Apabila lebar ban 120 mm, maka tinggi ban tersebut adalah  70 % x 120 mm atau = 85.2 mm. Aspect ratio kecil pada sebuah ban akan meningkatkan kemampuan stabilitas serta handling kendaraan.
  • 17 menunjukkan kode Diameter Velg/rim dalam satuan ( " ) inchi.
  • 67 menunjukkan kode untuk beban maximum yang diperbolehkan dari ( load index / LI ). LI 67 berarti : beban maksimum yang dapat ditanggung oleh sebuah ban sebesar 307 kg.
  • H menunjukkan batas kecepatan pemakaian (sama seperti pada contoh diatas)
Catatan:
  • Q adalah kode untuk kecepatan maksimal = 160 km/jam.
  • S adalah kode untuk kecepatan maksimal = 180 km/jam.
  • T adalah kode untuk kecepatan maksimal = 190 km/jam.
  • U adalah kode untuk kecepatan maksimal = 200 km.jam.
  • H adalah kode untuk kecepatan maksimal = 210 km/jam.
  • V adalah kode untuk kecepatan maksimal = 240 km/jam.
  • W adalah kode untuk kecepatan maksimal = 270 km/jam.
  • Y adalah kode untuk kecepatan maksimal = 300 km/jam.
  • Z adalah kode untuk kecepatan di atas = 240 km/jam.

Cara Membaca Kode Ban Mobil


Banyak sebagian orang yang tidak tahu bahwa yang terpenting dari sebuah Ban adalah kode waktu Pemroduksian Ban Tersbut. Ban akan kedaluwarsa (expired) dalam kurun waktu tiga tahun (3 tahun) setelah ban tersebut diproduksi. Nah untuk membaca kode ban Mobil adalah sebagai berikut:

Kode produksi dicetak bi bagian ban (sisi ban) lihat pada gambar, dengan penandaan unik seperti peneng. Setiap pabrik ban (Seperti PT gajah Tunggal) memiliki jumlah kode digit tersendiri untuk menandai ban hasil produksinya, ada yang 5 digit, ada pula yang 7 digit. Akan tetapi kode 4 Digit dari belakang adalah sebuah standard international yang menunjukkan dari Produksi pada Minggu (Week) dan Tahun (YEAR) ban tersebut diproduksi.


Cara Membaca Kode Ban Terbaik
Untuk mengetahui kode dari ban tersebut kita bisa membacanya. Misalnya, X2001. Kode Angka tersebut menginformasikan periode produksi ban. Dua kode angka pertama menunjukan minggu, dua kode angka terakhir itu berarti tahun pembuatan. Jadi apabila dibaca, kode tersebut berarti, Ban dibuat pada minggu ke-20 di tahun 2001. Kode angka pada Ban ini penting, Sebab semakin lama ban yang sudah diproduksi  tersimpan, semakin rentan pula terhadap kerusakan yang di akibatkan kekerasan pada kompon ban.

Kompon Ban yang kerasa sangat berpengaruh terhadap kemampuan daya cengkram ban pada alur jalan ketika direm. Kompon yang keras atau telah berusia lama bisa mengakibatkan ban tidak mencengkram dengan sempurna dan ini berarti akan berakibat fatal pada pengemudi dan kendaraan. Untuk pengecekan secara manual yang bisa kita lakukan untuk memeriksa kekerasan kompon bisa menggunakan cara menekan kompon ban dengan ujung kuku, apabila masih ada cekungan pada kompon berarti ban masih bisa dibilang layak untuk digunakan( asal tidak pada ban yang pecah ajah.. Ahhahaha :P, kalo itu mah sama juga Boong :D ).


Tips untuk Anda :
Sebelum kita membeli atau mengganti sebuah ban baru , sebaiknya kita harus mengetahui ukuran dan jenis ban apa yang sebaiknya dipakai, Misal ban terbaik di indonesia GT Radial. Tujuannya agar kita tidak salah dalam memilih dan membeli Ban Terbaik. Ada tiga unsur yang harus kita diketahui sebelum membeli ban terbaik :

1. Ukuran Ban

Apabila Bila kita perhatikan, pada sisi luar ban tertulis kode 175/70R13 82H. itu maksudnya adalah :
  • "175" menunjukkan kode lebar telapak ban menggunakan satuan milimeter, jadi bukan diameter ban. Semakin besar kode angkanya, maka kian lebar telapaknya.
  • "70" menandakan kode tinggi ban dalam satuan % persen dari telapak ban. Mudahnya, tinggi yang dimaksud bisa Anda cermati mulai dari bibir pelek sampai telapak ban menempel ke permukaan aspal. Jadi, semakin kecil angkanya , semisal 50, maka jarak telapak ban dengan bibir pelek kian dekat.
  • "R" menunjukkan kode konstruksi Ban Radial.
  • "13" merupakan kode diameter dari pelek yang sesuai. Berarti, pelek yang dipakai berukuran 13 inci.
  • "82" mewakili kode beban maksimum yang bisa ditopang setiap ban. Angka tersebut memiliki load index sebesar 475 kg. Semakin besar, beban maksimumnya bertambah pula. Begitu sebaliknya.
  • "H" melambangkan kode batas kecepatan maksimum yang dicapai ban ini. Kode H ini ban boleh menembus kecepatan maksimum sampai 210 km/jam.
2. Usia ban

Seperti halnya pada Produk makanan, Ban juga memiliki waktu kadaluarsa. Standarnya adalah 3 tahun dari tanggal pembuatan atau menempuh jarak sekitar 60.000 Km. Setiap pabrik ban punya pengkodean serta jumlah digit yang berbeda-beda. Itu bisa Anda temui bibir ban (dekat pelek) semisal 1709, berarti diproduksi minggu ke-17 tahun 2009.

3. Treadwear Indicator

Treadwear Indicator Adalah Tanda atau ciri fisik yang terletak tepat diantara kedua sisi bunga ban. Diperkuat dengan garis tebal yang melintang di antara kedua belah sisi ban yang mengindikasikan kondisi penggunaan ban. Apabila ketebalan ban menyentuh garis itu, maka menandakan Ban harus sudah diganti. Bahayanya apabila ban tidak diganti pada saat hujan akan menyebabkan gejala aquaplaning ( ban mengambang), tentu ini akan sangat berbahaya untuk keselamatan anda atau pengemudi.

Ban Terbaik Di Indonesia GT Radial
Adalah sebuah informasi yang berkaitan dengan Ban Terbaik Produk Gajah Tunggal TBK yang bisa anda miliki dan gunakan bagi Kendaraan Pribadi atau kendaraan penumpang. Untuk informasi lengkap Ban Terbaik Di Indonesia GT Radial silahkan baca artikel Ban Terbaik di Indonesia GT Radial di Blog Dona Alfian. Semoga informasi Cara Membaca Kode Ban Terbaik ini bermanfaat. Salam.


Available link for download

Read more »

Friday, December 23, 2016

Cara mudah membuat dan membaca QR code di Ubuntu

Cara mudah membuat dan membaca QR code di Ubuntu


Kode QR (QR code) dapat menyimpan alamat, url, nomor telpon, teks, SMS, atau informasi tertentu, sehingga kita bisa menindaklanjuti dari informasi yang ada di kode QR dengan cepat.  Untuk membaca kode QR kita membutuhkan alat khusus pemindai/scanner kode QR atau aplikasi pemindai pada komputer ataupun smartphone.

Pada kali ini saya akan berbagi tips membuat kode QR di Ubuntu. Aplikasi akan akan kita gunakan adalah QtQR, tersedia pada repository resmi Ubuntu. 

QtQr adalah aplikasi berbasi Qt yang bisa membuat kode QR dengan mudah, memindai berkas gambar yang memuat kode QR dan membaca kode Qr dari webacam.

Untuk menginstal QtQR silahkan buka Ubuntu Software Center atau Synaptic Package Manager, cari dan instal QtQr, atau dengan perintah terminal $ sudo apt-get install qtqr.


untuk penggunaan sangat mudah dan bila ingin membaca kode QR klik tombol Decode, akan ada pilhan baca dari gambar atau webcam.


Available link for download

Read more »

Sunday, October 9, 2016

Cara membaca partisi harddisk di Android x86

Cara membaca partisi harddisk di Android x86


add partition, android-x86, external sdcard, harddisk, kitkat, 4.4-r1
        Seperti yang kita tahu  android-x86 tidak bisa membaca harddisk secara bawaan.  Android  memang didesain  ubukan untuk komputer atau laptop, jadi agar android di laptop  bisa membaca partisi diharddisk perlu sedikit penyesuaian.

       Berikut mumulala bagikan cara mengakses harddisk di android-x86 :

1. Pastikan versi android-x86 sudah Lollipop 5.1, karena pada veris ini sudah  mendukung  sistem berkas NTFS secara bawaan, karena kebanyakan  partisi harddisk menggunakan  sistem berkas NTFS.


2.  Siapkan  bahan-bahan :

  •  Root explorer atau root browser,  cari dan instal di playstore.
  • Smanager, cari  dan  instal di playstore.
  • Unduh  mount_nfsd_fuse.zip.

3.  Ekstrak mount_nfsd_fuse.zip dengan root explorer. Hasil ektrak(mount_nfsd_fuse)  salin ke /system/xbin.

4.  Ubah permissions dari mount_nfsd_fuse. Caranya tekan dan tahan pada  mount_nfsd_fuse pilih  Permission., centang seperti gambar dibawah.



5.  Membuat folder tujuan.

       Kiata siapkan folder yang akan dijadikan  tujuan partisi harddisk. Buat folder baru  sesuai jumlah partisi yang akan dikaitkan.  Nama folder bisa sembarang tetapi kita samakan saja biar tidak bingung namanya drive1, drive2, drive3.


6.  Mengaitkan  partisi harddisk.

          Bagi yang belum terbiasa dengan linux mungkin akan sedikit bingung disini.  Mengenai urutan  partisi,  kalau di  sistem windows  sudah familiar dengan urutan partisinya yang dinamai dengan huruf  C, D, E, F, dst.  Sedangkan di sistem linux  urutan  partisi hardisk  dinamai dengan  sda1, sda2, sda3, sda4, dst.  Jika belum paham  abaikan  saja  nanti juga tahu.

       Mencari urutan  partisi di  android,  buka aplikasi  terminal  sudah terinstal bawaan.
ketik  su lalu tekan  enter,  ketik  blkid,tekan enter. Akan muncul daftar urutan partisi harddisk versi linux.


paling mudah mengenali partisi hardisk adalah dari namanya atau labelnya, jika labelnya masih kosong  dan bingung diurutan berapa  coba  diberi nama dulu di windows .

perintah untuk mengaitkan partisi
mount_nfsd_fuse /dev/block/sda5 /sdcard/drive1
penjelasan  : saya akan mengaitkan  partisi sda5 ke  /sdcard/drive1 yang ada di android.

jika mengaitkan  partisi lebih dari satu, tambahkan dibawahnya
mount_nfsd_fuse /dev/block/sda6 /sdcard /sdcard/drive2

kalau perintah itu kita  jalankan  akan memngaitkan langsung  partisi  tetapi akan hilang  setelah  android-x86 menyala lagi.  Untuk itu kita perlu membuat skrip  agar  perintah  bisa  dijalankan setiap andoid-x86 menyala.

7.  Membuat skrip.
Seperti yang  saya sebutkan diatas  agar menginstal Smanager gunanya agar script kita bisa dijalankan setiap  android-x86 menyala.
      Buka aplikasi Smanager, tekan menu  pilih new  script, beri nama mount.

Sumber : mumulala.blogspot.com

buka skrip mount  dengan teks editor, tulis  script seperti dibawah  ini, lalu tekan  save.


tekan  skrip mount, tekan ikon  Su dan  Boot, lalu save.


Semua proses sudah selesai ,  reboot  PC,  di android-x86  5.1rc1 tidak ada fitur power untuk  mereboot buka terminal  ketik su>enter>reboot.

Available link for download

Read more »